Kayu jati perhutani dikelola langsung oleh Perum Perhutani dengan standar berkelanjutan. Dikenal sebagai raja kayu tropis — pilihan utama untuk kebutuhan hospitality yang menuntut kekuatan, keindahan, dan umur panjang.
Perhutani teak is managed under sustainable forestry standards. Known as the king of tropical hardwood — the primary choice for hospitality demanding strength, beauty, and longevity.
Kayu pinus adalah softwood dengan serat tegas dan warna terang alami. Secara visual ringan, bersih, dan modern — cocok untuk konsep restoran bergaya Japanese atau Scandinavian yang mengutamakan estetika minimalis.
Pine is a softwood with a pronounced grain and naturally light tone. Clean, light, and modern — ideal for Japanese or Scandinavian concepts prioritising a minimalist aesthetic.
Menutup pori kayu sepenuhnya — tidak menyerap air, tahan penggunaan intensif, mudah dibersihkan.
Fully seals the wood — water-resistant, easy to clean, built for intensive daily use.
Meresap ke dalam serat kayu. Tampilan matte alami, tekstur kayu terasa. Perlu re-waxing berkala.
Penetrates the wood fibre. Natural matte appearance, tactile texture. Requires periodic re-waxing.
Untuk pinus, coating adalah langkah perlindungan yang penting — bukan sekadar pilihan estetika. Menutup pori kayu dari kelembaban dan menjaga ketahanan jangka panjang.
For pine, coating is an essential protective step — not merely aesthetic. Seals the grain from moisture and ensures long-term durability.
Finishing coating menggunakan water-based acrylic yang aman untuk kontak dengan makanan kering setelah fully cured. Untuk sertifikasi food-grade, kami merekomendasikan kombinasi Jati + Wax yang tersertifikasi FDA 21 CFR 175.300.
Our coating uses water-based acrylic, safe for dry food contact once fully cured. For food-grade certification, we recommend the Teak + Wax combination, certified to FDA 21 CFR 175.300.
Kayu adalah material hidup — tidak ada dua papan yang persis sama. Variasi serat, pola, dan tone warna adalah bagian dari keaslian material, bukan cacat produksi.
Wood is a living material — no two boards are identical. Grain, pattern, and tone variation are part of the material's authenticity, not a production flaw.